Sebagaisurat awal atau pembuka dari Al-Qur'an , surat Al-Fatihah mengandung berbagai pesan yang memerintahkan manusia agar dapat berbuat baik serta bersujud kepada Allah Ta'ala sebagai sang pencipta. Dikutip dari berbagai sumber, berikut manfaat dari menghadiahkan Al-Fatihah untuk diri sendiri ini, yakni: 1. Sebagai obat. Suratini diturunkan untuk mengingatkan kaum Quraisy tentang berbagai nikmat Allah yang diberikan kepada mereka. Keutamaan Surat Al-Fatihah, Surat Pembuka Al-Quran; Contoh Teks Ceramah Kultum Ramadhan Kuliah Subuh dan Tarawih: Pesan Akhir Ramadhan Kamis, 21 April 2022 | 00:30 WIB [7 ~ AL-A'RAF (TEMPAT TERTINGGI ANTARA SURGA DAN NERAKA)(1) Pendahuluan: Makkiyyah, 206 ayat ~ SuratPermulaan surat ini merupakan kelanjutan dari bagian akhir surat al-An'âm.Setelah pada bagian akhir surat al-An'âm itu dibicarakan tentang hewan ternak, awal surat al-A'râf mengandungSeperti surat-surat yang lain, surat ini pun menyinggung perintah mengamati dan menghayati sistem Didalam surat Al-Baqarah terdapat kisah tentang berdagang, kafir, bani israil, dll. Kenapa nama untuk surat ini adalah "sapi betina"? Karena ada cerita di balik itu semua. Ada pula dalam 1 surat bicara tentang 1 kisah saja, yaitu kisah nabi Yusuf. Sedangkan surat Al-kahfi berbicara tentang 4 hal : 1. Tentang pemuda kahfi 2. Kultumdan Ceramah Ramadhan. Islami Sejati. Contains ads. 5K+ Downloads. Everyone. info. Install. masyoritas berhubungan tentang Kultum dan Ceramah Ramadhan. Updated on. Aug 29, 2020. Books & Reference. Rahasia Surat Al Fatihah. Islami Sejati. Obat Asam Urat Alami. Islami Sejati. Obat Sakit Maag Alami. KultumTentang Hasad; Dalil yang mewajibkan shalat banyak sekali, baik dalam Al-Qur'an maupun hadist Nabi Muhammad saw. Dalil ayat-ayat Al-Qu'an yang mewajibkan shalat ada pada salah satu ayat Al-Qur'an di (QS. Membaca surat Al-Fatihah pada tiap tiap raka'at. Ruku' dengan thuma'ninah. SurahAl Fatihah adalah surat yang diturunkan di kota Mekah yang terdiri 7 ayat. Selain dijuluki "pembuka" sebagaimana arti al fatihah, Surat Al Fatihah juga dikatakan sebagai ummul kitab yang artinya adalah induknya kitab Al Quran. Kenapa demikian? IstimewanyaUmmul Kitab (Surat Al Fatihah)- Ustadz Johan Saputra Halim, M.H.I. - Ceramah Singkat Surat Al Fatihah merupakan salah satu surat di dalam Al Quran. Surat tersebut terdiri dari 7 ayat yang pendek sehingga mudah untuk dihafalkan. Namun meskipun surat yang relatif pendek, Al Fatihah memiliki keistimewaan dan kemuliaan. Apa sajakah itu? Dansemoga seluruh ahli keluarga tabah menghadapi dugaan allah. Darinya kita hidup. Dan kepanya kita kembali. All. Fatihah . Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu'anhu. Takziah buat XXXXXX dan keluarga di atas pemergian XXXXX kerahmatullah hari ini. Semoga diberikan kekuatan dan ketabahan. Al-fatihah. Ucapan Salam Takziah Innalillahi SurahAl-Fatihah menjadi istimewa karena pembuka kitab suci Alqur'an atau disebut juga ummul Qur'an (induk Alqur'an). Secara bahasa, Al-Fatiḥah artinya pembukaan. Surah ini diturunkan di Makkah atau disebut Surah Makkiyah. Surah ini merupakan surah terbaik dari 114 surah dalam Alqur'an. Surah Al-Fatihah memiliki ‎139 huruf dan ‎25 kata. SuratAl Fatihah juga menjadi bacaan wajib saat sholat dan biasa dibaca sebelum membaca surat-surat yang ada dalam Al Qur'an. Oleh karena itu, Surat Al Fatihah dikatakan sebagai As Sab'ul Matsaany yang berarti ayat yang jumlahnya tujuh dan dibaca berulang dalam setiap sholat. Demikian arti dari Surat Al Fatihah. UlamaSepakat, basmalah merupaka salah satu dari ayat surat Al-Nami, yang mereka perbedakan tentang basmalah dalam surat lainnya terutama pada surat Al-Fatihah. a. Menurut mazhab Hanafi, basmalah adalah satu ayaty yang sempurna pemisah antara surat yang satu dengan lainnya Imam Hanafi berpendapat, basmalah bukanlah ayat dari surat Al-Fatihah. Didalam Al-Qur'an surat Al-Fatihah ayat ke-6 dan ke-7 Gus Baha' memberikan pemahaman dan penafsiran bahwasanya di dalam ayat itu. إهدناالصراط المسقيم صراط الذين أنعمت عليهم الخ الأية. Tunjukkan kami jalan yang lurus yaitu jalanya orang-orang yang telah engkau beri nikmat. TafsirAl-Quran, Surat Al-Maidah Ayat 67-68. Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (5: 67) ContohTeks Sambutan Tuan Rumah Pada Acara Tahlilan (Malam Ke 7) Alhamdulillahirobbil aalamin, washolaa tuassalaamu'alaa asrofil anbiyaai wal mursaliin, wa alaa aalihi waashaabihi azmain, Asyhadu anlaa ilaaha ilallaah wahdahu laa syari kalah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu warosuluh. wyIp3x. Oleh Nur Kholik RidwanGus Dur adalah guru yang menjadi wasilah dijadikan Allah untuk melahirkan murid-murid, pengagum, dan mereka yang mencintainya. Guru umat manusia yang menawan ini, dikagumi bukan hanya terletak pada aspek fathonahnya, pemikiran-pemikirannya; tetapi juga cara perilakunya yang sederhana, banyak menolong orang, dan banyak melakukan silaturahmi, bahkan kepada mereka yang telah meninggal di kuburan Dur tidak hanya dekat dengan aktivis dan politisi, tetapi juga dengan para guru-guru tarekat, kiai-kiai sepuh; dan dengan wong ndeso di kampung, karena reputasi perjalanan kelilingnya untuk mendatangi pengajian orang-orang di kampung, sampai hari ini tampaknya belum ada yang menandingi kekuatan dan empatinya untuk soal itu. KH Anwar Zahid di kemudian hari bisa saja dari segi jumlahnya untuk datang ke kampung-kampung, bisa menandingi Gus Dur ketika diundang pengajian, tetapi apa yang disampaikan Gus Dur dan diperjuangkannya jelas Dur meninggalkan sejumlah karya, kebijakan sosial politik yang penting ketika dia menjadi presiden, monumen-monumen NGO, orang-orang yang mencintai-mengaguminya di kalangan para kiai muda; dan orang-orang yang senantiasa merindukannya di kalangan para aktivis. Mereka yang mengaguminya, mengekspresikan melalui banyak bentuk dan cara, sejalan dengan apa yang difikirkan dan hubungannya dengan guru bagian tulisan ini, untuk memperingati Haul ke-8 Gus Dur, saya akan menulis bebeberapa perjalanan, bertemu dengan orang-orang; berawal dari mereka yang merindukannya, dan orang-orang itu bercerita bertemu Gus Dur melalui ra’yu fil manam perjumpaan dalam mimpi, red.Cerita Wirid Surat al-Fatihah 100 KaliSuatu ketika, saya berkunjung di luar Jawa dalam rangka ikut menyebarkan pemikiran-pemikiran Gus Dur, Islam rahmatan lilalamin, hubbul wathon minal iman, dan Aswaja an-Nahdliyyah. Di antara perjalanan itu, saya berjumpa dengan seorang yang memudawamahkan dzikir surat al-Fatihah 100 x. Perawakannya kerempeng, tetapi aktivitasnya ngopeni kader-kader muda untuk berdiskusi, menelaah buku-buku Gus Dur, dan persoalan-persoalan kebangsaan, patut ditiru. Dalam pergulatannya, aktivis yang tinggal di luar Jawa ini, selalu memikirkan Gus Dur, selalu teringat dan ini, mewujudkan kerinduannya kepada Gus Dur dengan jalan ngopeni kader-kader muda untuk terus menerus bisa menghidupkan diskusi, dan memikirkan kondisi bangsa, sambil mencari jalan keluar yang memungkinkan bisa dilakukan di level yang paling kecil sekalipun di daerahnya, meskipun tidak terjun di dalam politik bertanya kepadanya “Sampean bisa istiqomah seperti ini, dzikir sampean apa Kang?”Sang aktivis menjawab sambil tersipu malu, dan diam agak lama. Sepertinya dia malu, mau mengungkapkan apa yang selama ini diwiridkannya. Tetapi entah kenapa, akhirnya dia menjawab juga “Fatihahan aja Kang 100 x. Yang lain-lain biasa saja, tidak teramat-amat, kecuali menjaga yang 5 waktu.”Saya lantas diam, sesekali saya alihkan pembicaraan. Lalu, saya sela tanya lagi “Yang Fatihah 100 x itu, dapat dari seorang guru apa gi mana?”Sang aktivis terdiam lagi, dan serasa berat untuk bercerita. Lama saya cerita-cerita soal yang lain. Lalu saya sela lagi, “Bagaimana yang 100 x itu tadi?” Akhirnya, sang aktivis pun bercerita “Ini saya baca setiap selesai shubuh, 100 x. Pokoknya dibaca saja, begitu terus doa?”Saya tanya lagi “Al-hamdulillah, ya, yang itu dari mana 100 x?”Aktivis ini, di tengah kehidupannya, berawal bukan dari seorang santri, tetapi kemudian belajar dengan para santri melalui perkenalan dengan komunitas yang dekat dengan pemikiran-pemikiran Gus Dur, dan sedikit-sedikit merindukannya, tanpa kehilangan hubungannya dengan orang-orang di luar komunitas santri. Sang aktivis terdecak mencintai Islam, bangsa Indonesia dan umat, salah satunya melalui wasilah pemikiran-pemikiran Gus aktivis akhirnya juga bercerita “Gini kang. Saya ini apalah, ya. Tapi saya ini, kalau sudah melihat foto Gus Dur dan cover bukunya itu, sering kali meleleh airmata ini. Suatu ketika saya ini bermimpi tiga kali melihat Gus Dur, dan yang ketiga itu yang paling penting.”“Saya bermimpi, pertama berada di sebuah jamaah sholawat-pengajian yang banyak orang, dan Gus Dur ada di atas panggung bersama beberapa kyai. Dalam hatiku terbersit ingin mendekat kepada Gus Dur. Cukup begini ini mimpi pertama. Pada hari berikutnya, saya bermimpi lagi, dalam momen yang sama, melihat Gus Dur ada di tengah jamaah sholawat-pengajian di panggung, dan tiba-tiba saya ingin naik ke panggung. Pada hari kedua ini, cukup begini ini mimpinya. Besuknya lagi mimpi yang ketiga, pada momen yang sama. Saya di atas panggung dan melihat Gus Dur seperti tidur di panggung padahal kyai-kyai lain pada terjaga.”Dalam mimpi ketiga itu, aktivis itu melanjutkan bahwa ia mendekat dan berkata kepada Gus Dur yang sepertinya tertidur “Gus, kyai-kyai yang lain itu pada terjaga Njenengan kok seperti tertidur?”Lalu Gus Dur tiba-tiba berkata “Jalan orang mendekatkan diri kepada Allah itu berbeda-beda. Mereka begitu, saya begini. Kamu ya, kamu harus ingat tujuan hidupmu, kamu harus ingat dunia dan akhirat, jangan hanya ingat dunia. Untuk itu, kamu istiqomah ya, baca surat al-Fatihah 100 x.”“Begitu kang, setelah itu saya istiqomah saja. 100x setelah shubuh gitu aja.”Sang aktivis ini, mengambil satu wirid yang dikenal di kalangan pengamal wirid, di mana wirid 100 x surat al-Fatihah ini biasa diamalkan oleh Gus Miek dan KH Achmad Shidiq, dan para ahli Dzikrul Ghofilin, yang mengambil dari guru-gurunya KH Abdul Hamid Pasuruan, KH Abdul Hamid Kajoran, KH Dalhar Watucongol, dan KH Mundzir Mangunsari. Dan, aktivis itu mengambil wirid surat al-Fatihah melalui Gus Dur, dengan jalan ra’yu fil manam. Mereka yang mewiridkan surat al-Fatihah ini, memasukkan di dalamnya kalimat al-Fatihah ini dikenal sebagai surat al-Kâfiyah mencukupi untuk berbagai keperluan, ats-Tsab`ul Matsânî 7 ayat yang diulang dalam sholat, Fatihatul Kitab, Ummul Qur’ân, Ummul Kitâb, dan lain-lain. Banyak hadits Nabi Muhammad menyebutkan keutamaan surat antara hadits Nabi Muhammad soal itu, adalah apa yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqi dalam kitab Syu’bul Îmân dengan sanad jayyid dari Abdullah bin Jabir, bahwa Rasulullah bersabda “Maukah kamu saya beri khabar sebaik-baik surat Al-Qur’an yang diturunkan?” Abdullah bin Jabir berkata “Ya wahai Rosulallah.” Rasulullah lantas bersabda “Itu adalah Fâtihatul Kitâb, wa ahsabuhu.” Rasulullah bersabda lagi “Di dalamnya syifâ’un min kulli dâ’in/obat dari berbagai penyakit” HR Imam Baihaqi, Syu’bul Îmân, No. 2367; dan Imam Ahmad dalam Musnadnya, No. 17597; berkata muhaqqiq Musnad, sanadnya hasan; dan juga dalam Jalaluddin as-Suyuthi, Tafsîr Durrul Mantsûr fi Tafsîr al-Ma’tsûr, jilid I 16, yang menyebut sanadnya jayyid.Di dalam tradisi Dzikrul Ghofilin, wirid surat al-Fatihah ini, dijalankan dalam waktu 40 hari tidak boleh putus, dan dianjurkan dengan membaca Dzikrul Ghofilinnya selama 40 hari bersama baca surat al-Fatihahnya. Baru setelah itu, setiap hari surat al-Fatihah dibaca 100 x, dan boleh dicicil setiap selesai sholat 5 waktu. Amalan ini, berasal dari apa yang diresepkan oleh Imam al-Ghazali, shahibul Ihyâ’.Kembali kepada Gus Dur dan aktivis itu, hikmahnya ada banyak jalan dan cara mendekatkan diri kepada Allah, sesuai dengan kondisi dan ahwal masing-masing orang, dan guru-guru yang dijadikan panutan, serta anugerah Allah; dan bahwa soal hidup, diingatkan Gus Dur, harus memperhatikan akhirat dan dunia bukan hanya dunia aktivis itu, dipertemukan melalui jalan mimpi dengan seorang yang dijadikan guru oleh banyak orang, adalah sebuah anugerah dari Allah. Di antara bentuk syukurnya itu, sang aktivis terus menghidupkan dalam komunitas-komunitasnya, untuk tidak lelah berdiskusi, menelaah, dan melakukan dinamisasi, meskipun dalam artian politik praktis, mungkin yang seperti itu tidak dinilai penting; dan memudawamahkan wirid surat al-Fatihah 100x setiap selesai sholat shubuh. Dan, Gus Dur termasuk yang dijadikan Allah sebagai wasilah untuk membimbing orang-orang yang ditemuinya, sebagaimana kesaksian aktivis ini. Bimbingannya itu dirasakan oleh mereka yang merasakannya. Wallahu a’ adalah penulis buku “NU & Bangsa 1914-2010 Pergulatan Politik dan Kekuasaan”Bersambung, tentang sebagian yang diberi wirid Rabbanâ âtinâ min ladunka rohmatan wa hayyi’ lanâ min amrinâ rosyadâ oleh Gus Dur, dengan ada wasilahnya kepada Sunan Ampel. Surat Al-Fatihah terdiri atas tujuh ayat. Tetapi ada sebagian orang, salah satunya Amr bin Ubaid, berpendapat bahwa surat ini terdiri atas delapan ayat. Orang lain lagi yaitu Husein Al-Jufi berpendapat bahwa surat ini terdiri atas enam ayat. Namun, dua pendapat terakhir, kata Ibnu Katsir, adalah pendapat yang tidak umum. سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 1 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ 2 الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 3 مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ 4 إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ 5 اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ 6 صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ 7 Artinya, “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 1, Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam 2, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang 3, Yang menguasai Hari Pembalasan 4, Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan 5, Tunjukilah kami jalan lurus 6, yaitu Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat 7.” Tafsir Jalalain menyebutkan model penghitungan tujuh ayat pada Surat Al-Fatihah. Tafsir Jalalain yang ditulis oleh Syekh Jalaluddin Al-Mahalli wafat 864 H dan Syekh Jalaluddin As-Suyuthi wafat 911 H mengatakan bahwa Surat Al-Fatihah terbilang Makkiyyah. Surat ini terdiri atas tujuh ayat. Jika lafal bismillah masuk itungan, maka ayat ketujuh berawal dari lafal shirātalladzīna hingga selesai. Tetapi jika lafal bismillah tidak masuk itungan, maka ayat ketujuhnya berawal dari lafal ghayril maghdhubi hingga selesai. Kata qūlū seakan hadir di awal surat agar lafal sebelum iyyāka nabudu menjadi sesuai dengannya karena lafal ini merupakan perkataan hamba, Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi, Tafsirul Qur’anil Azhim, [Beirut, Darul Fikr tanpa tahun], halaman 2. Kandungan Surat Al-Fatihah Surat ini mengandung makna agung Al-Qur’an. Kandungan Surat Al-Fatihah ini mencakup tujuan asasi Al-Qur’an secara umum, yaitu prinsip dan turunan ajaran agama yang meliputi aqidah, ibadah, syariah, keyakinan atas hari akhir, keimanan atas sifat mulia Allah, pengesaan dalam penyembahan, permohonan pertolongan melalui doa, permohonan atas hidayah agama yang lurus kepada-Nya, permohonan ketetapan iman di jalan orang-orang saleh terdahulu, dijauhkan dari jalan orang yang dimurka dan orang sesat. Surat ini juga mengandung kabar umat terdahulu, penglihatan atas tangga kebahagiaan, dan jurang-jurang kesengsaraan, penilaian ibadah atas perintah-Nya, penjauhan larangan-Nya, dan banyak tujuan serta maksud lainnya. Dalam kaitannya dengan surat-surat mulia lainnya dalam Al-Qur’an, Surat-Al-Fatihah layaknya ibu karena ia mengandung prinsip-prinsip asasi semua surat dalam Al-Qur’an sehingga tidak heran Surat Al-Fatihah dinamai juga Ummul Kitab, Syekh Muhammad Ali As-Shabuni, Shafwatut Tafasir, [Jakarta, Darul Kutub Al-Islamiyah 1999 M/1420 H], cetakan pertama, juz I, halaman 24. Abul Fida Ibnu Katsir, ahli tafsir yang bermazhab Syafi’i dalam tafsirnya mengatakan bahwa Surat Al-Fatihah terdiri atas 25 kata dan 113 huruf. Ibnu Katsir menyebutkan belasan nama lain Surat Al-Fatihah, yaitu Al-Fatihah pembuka Al-Qur’an, Ummul Kitab induk al-kitab, Ummul Qur’an induk Al-Qur’an, As-Sabul Matsani tujuh ayat yang diulang-ulang, Al-Hamdu pujian, As-Shalah shalat, As-Syifa obat, Ar-Ruqyah jampi/mantra, Asasul Qur’an fondasi Al-Qur’an, Al-Waqiyah pelindung, Al-Kafiyah yang mencukupi, Suratus Shalah bacaan shalat, Al-Kanzu perbendaharaan. Surat Al-Fatihah terbilang Makkiyyah, atau turun di Mekkah. Surat ini turun setelah surat Al-Muddatsir Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Tafsir Al-Munir fil Aqidah was Syariah wal Manhaj, [Beirut, Darul Fikr Al-Muashir 1418 H], cetakan kedua. Ibnu Katsir menjelaskan perbedaan pendapat di kalangan sahabat perihal status makkiyyah dan madaniyyah surat ini. Surat Al-Fatihah terbilang Makkiyyah. Ini pendapat Ibnu Abbas RA, Qatadah dan Abul Aliyah. Ada juga yang mengatakan bahwa Surat Al-Fatihah terbilang Madaniyah. Pendapat kedua ini dipegang oleh Abu Hurairah RA, Mujahid, Atha bin Yasar, dan Az-Zuhri. Ada lagi yang berpendapat bahwa Surat Al-Fatihah turun dua kali, sekali di Makkah, dan sekali di Madinah. Pendapat pertama lebih dekat pada firman Allah Surat Al-Hijr ayat 87, “Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung.” Wallahu alam. Sementara Abul Laits As-Samarqandi berpendapat bahwa setengah Surat Al-Fatihah turun di Makkah. Setengahnya lagi turun di Madinah. Tetapi pendapat ini sangat jarang dikemukakan orang. Demikian dinukil oleh Al-Qurthubi. Ibnu Katsir, Tafsirul Qur’anil Azhim, [Beirut, Darul Fikr tanpa catatan tahun], juz I, halaman 8. Surat Al-Fatihah mengandung banyak keutamaan antara lain digambarkan dalam hadits berikut ini حديث آخر روى مسلم في صحيحه، والنسائي في سننه، من حديث أبي الأحوص سلام بن سليم، عن عمار بن رُزَيق، عن عبد الله بن عيسى بن عبد الرحمن بن أبي ليلى، عن سعيد بن جبير، عن ابن عباس، قال بينا رسول الله صلى الله عليه وسلم وعنده جبريل، إذ سمع نقيضًا فوقه، فرفع جبريل بصره إلى السماء، فقال هذا باب قد فتح من السماء، ما فتح قط. قال فنزل منه ملك، فأتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال أبشر بنورين قد أوتيتهما لم يؤتهما نبي قبلك فاتحة الكتاب، وخواتيم سورة البقرة، ولن تقرأ حرفًا منهما إلا أوتيته. وهذا لفظ النسائي Artinya, “Hadits lain riwayat Imam Muslim dalam Shahih-nya dan An-Nasa’i dalam Sunan-nya dari hadits Abul Ahwash Salam bin Salim, dari Ammar bin Ruzaiq, dari Abdullah bin Isa bin Abdurrahman bin Abu Layla, dari Sa’id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, ia bercerita, Ketika kami bersama Rasulullah SAW dan di dekatnya ada Jibril AS, tiba-tiba ia mendengar suara dari atas. Jibril memandang ke langit dan berkata, Pintu langit ini dibuka, pintu yang belum pernah dibuka sama sekali.’ Satu malaikat turun melalui pintu langit tersebut dan mendekati Rasulullah SAW lalu berkata, Selamat. Berbahagialah atas dua cahaya yang diberikan kepada Anda, anugerah yang tidak pernah diberikan kepada nabi sebelum Anda, yaitu Fatihatul Kitab dan akhir Surat Al-Baqarah. Tiada satu huruf pun yang Anda baca dari keduanya, melainkan ia akan diberikan kepada Anda.’’ Ini lafal redaksi An-Nasai,” Ibnu Katsir, Tafsirul Qur’anil Azhim, [Beirut, Darul Fikr tanpa catatan tahun], juz I, halaman 11. Surat Al-Fatihah memiliki banyak keutamaan. Banyak hadits menunjukkan keutamaan Surat Al-Fatihah, antara lain sebagai obat, jampi, pembacaan hadiah untuk orang yang wafat, bacaan mulia yang diulang-ulang pada setiap rakaat shalat. Wallahu a’lam. Penulis Alhafiz Kurniawan Editor Abdullah Alawi

kultum tentang surat al fatihah