Eps27 Irama Seruling Menggemparkan Rimba Persilatan Karya Opa Perempuan pertengahan umur itu mengawasi gadis berbaju putih itu dengan sangat teliti, kemudian menjawab sambil menggilengkan RukunIslam yang pertama adalah Syahadat tentunya saudara,kenapa dalam lima rukun islam itu syahadat yang di dahulukan karena ada makna yang besar terselip disana.Nah marilah kita bahas bersama.Awaluddin Ma'rifatullah (Awal agama itu adalah mengenal Allah),maknanya adalah bahwa tidaklah dapat dikatakan seseorang itu beragama dengan baik kalau proses keberagamaannya itu tidak diawali dengan Mungkinterdengar klise, tapi membalas perbuatan mereka yang pernah jahat tidak akan membuat kita menjadi lebih baik. Awalnya mungkin terasa berat ketika harus tetap bersikap baik di depan mereka yang nyata-nyata nyebelin. Tapi berat bukan berarti ringan. Eh. Sulit, maksudnya. Artinya, kita sebetulnya bisa kok. BAGIKAN KIAMAT atau hari akhir merupakan ketetapan Allah yang pasti akan terjadi. Muslim wajib meyakini bakwa kelak dunia dan seluruh kehidupan akan berakhir dalam sebuah peristiwa kiamat. Meyakininya merupakan bagian dari rukun iman dalam Islam. Kendati demikian, pertanyaan tentang kapan terjadinya kiamat kerap mengusik keingintahuan. Tahapkedua pembinaan karakter yang baik adalah dengan merasai perasaan baik ketika melakukan kebaikan. Setelah kanak-kanak mengetahui perbezaan antara kebaikan dan kejahatan, mereka akan berasa dekat dengan kebaikan. Pada tahap ini, mereka berada pada tahap untuk memilih melakukan sesuatu kebaikan. 3. MELAKUKAN KEBAIKAN. Pertama menjaga keimanan, artinya bahwa di saat keimanan kita terancam oleh tekanan-tekanan luar maka kita harus berhijrah untuk menyelamatkan keimanan tersebut. Seperti yang dilakukan Rasulullah SAW, ketika saat itu situasi Mekah tidak lagi memungkinkan untuk berdakwah dan menjaga keimanan maka beliau berhijrah demi menjaga keimanan tersebut. Melaksanakanperbuatan baik perlu disertai niat yang tulus karena sesungguhnya segala sesuatu yang kita lakukan tergantung niat dari hati kita. Seperti hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, " Sesungguhnya segala perbuatan itu bergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya." HaiKanita, kakak bantu jawab ya:) Jawaban: Ikhlas. Pembahasan: Niat yang ikhlas merupakan salah satu awal dari perbuatan yang baik. Contohnya seseorang yang berniat bersedekah akan membuat seseorang terdorong untuk bersedekah. Sehingga niat sangat penting dalam mengerjakan sesuatu. Amalan kebaikan yang dilakukan juga harus diiringi oleh niat Banyakorang sukses yang baik dan selalu memberikan ketentraman bagi banyak orang hanya dengan perbuatan dan sifat mereka yang jauh melampaui batas normal orang pada umumnya. Selalu merasa senang terhadap apapun yang ada dihadapan anda akan membuat anda merasa lebih tentram karena perbuatan baik anda kepada sesama dilakukan dengan baik. A Pengertian. Pada dasarnya yang dimaksud dengan perbarengan adalah terjadi nya dua atau lebih delik oleh satu orang dimana delik yang dilakukan pertama kali belum dijatuhi pidana, atau antara delik yang awal dengan delik berikutnya belum dibatasi oleh suatu putusan hakim. Pada pengulangan juga terdapat lebih dari suatu delik yang dilakukan Perbuatanbaik adalah kewajiban bagi semua orang tanpa harus mempertimbangkan alasannya apa, kalau berbuat baik itu memiliki alasan tertentu berarti perbuatan baik yang kita lalukan tersebut bukanlah perbuatan yang tulus. Jika perbuatan baik itu diikuti dengan "pamrih", maka perbuatan baik itu bukanlah tindakan yang utuh. 2Yehuwa adalah Pemberi "setiap pemberian yang baik dan hadiah yang sempurna". ( Yakobus 1:17) Salah satu hadiah dari-Nya adalah kemampuan berbicara. Hadiah ini membuat kita bisa mengungkapkan pikiran dan perasaan kita. Kata-kata kita bisa membantu orang lain dan membuat mereka senang. Tapi, itu juga bisa melukai dan menyakiti mereka. Nah sebelumnya telah dipaparkan bahwa akhlak terpuji merupakan akhlak yang menimbulkan perbuatan baik. Akhlak terpuji atau akhlakul kharimah bersumber dari dua hal, yaitu agama dan tradisi atau adat istiadat. Akhlak yang bersumber dari agama berasal dari ayat suci Al-Qur'an, sementara dari tradisi atau adat istiadat berasal dari kebiasaan secara turun-temurun yang bisa dijadikan sumber akhlak Selalutersenyum dan ramah dengan orang lain juga merupakan contoh perbuatan baik. Meski perbuatan baik melalui senyuman dan keramahan hanya bisa dilihat dari luar, ini adalah awal yang baik untuk saling menghormati dan dicintai oleh orang lain. Mengajarkan Orang Lain Karmadalam Buddhisme. Kamma (Bahasa Pali) atau Karma (Bahasa Sansekerta) artinya perbuatan, entah itu perbuatan baik atau buruk yang dilakukan melalui pikiran, ucapan dan perbuatan badan jasmani yang disertai dengan niat/kemauan/ kehendak (cetana). Suatu perbuatan baru dapat disebut kamma/karma bila dilakukan dengan niat (cetana), apabila XvDt5D. Niat adalah suatu kehendak atau tujuan dalam hati seseorang yang mendorongnya untuk melakukan suatu perbuatan. Niat adalah suatu faktor yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam melakukan perbuatan baik. Niat yang baik akan membawa hasil yang baik pula, begitu pula dengan niat yang buruk akan menghasilkan perbuatan buruk. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bahwa niat yang menjadi awal dari perbuatan baik sangatlah Dan Perbuatan BaikSebelum membahas lebih lanjut mengenai niat yang menjadi awal perbuatan baik, ada baiknya kita memahami definisi dari perbuatan baik itu sendiri. Perbuatan baik adalah tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk memberikan manfaat bagi orang lain atau lingkungan sekitar. Contohnya adalah memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan, membantu orang yang kesulitan, atau bahkan hanya dengan memberikan senyuman kepada orang niat adalah tujuan atau motivasi yang ada dalam hati seseorang ketika melakukan suatu perbuatan. Niat yang baik akan membuat perbuatan yang kita lakukan menjadi bernilai lebih tinggi dan bermanfaat bagi orang lain. Sementara itu, niat yang buruk akan membuat perbuatan yang kita lakukan menjadi tidak bermanfaat atau bahkan merugikan orang yang Menjadi Awal Perbuatan BaikNiat adalah kunci dari setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia. Tanpa niat yang baik, maka suatu perbuatan tidak akan memiliki makna yang positif. Sebagai contoh, membantu orang lain tanpa niat yang tulus hanya akan membuat perbuatan tersebut terasa terpaksa dan tidak memiliki arti. Sebaliknya, jika membantu orang lain dilakukan dengan niat yang tulus, maka perbuatan tersebut akan terasa lebih bermakna dan memiliki dampak yang positif bagi orang yang dibantu dan diri yang baik akan memotivasi kita untuk melakukan perbuatan baik dengan ikhlas dan tulus. Niat yang tulus akan membawa pengaruh yang besar terhadap perbuatan kita, karena niat yang baik akan memotivasi kita untuk berbuat lebih baik lagi. Dalam Islam, niat yang baik juga menjadi salah satu syarat dalam melaksanakan ibadah. Sebagaimana yang tercantum dalam hadits Rasulullah SAW yang artinya, โ€œSesungguhnya setiap orang akan mendapat balasan sesuai dengan niatnya.โ€Oleh karena itu, niat yang baik menjadi awal dari perbuatan baik yang akan kita lakukan. Sebelum melakukan suatu perbuatan, kita harus memastikan niat kita benar-benar baik dan tulus. Hal ini akan membantu kita untuk melakukan perbuatan dengan sepenuh hati dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi orang Niat dalam Berbuat BaikNiat yang baik adalah dasar dari setiap perbuatan baik yang dilakukan. Dalam Islam, niat yang tulus adalah syarat sahnya suatu ibadah. Artinya, ibadah yang dilakukan tanpa niat yang tulus tidak akan diterima oleh Allah SWT. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya niat dalam menjalankan perbuatan itu, niat yang baik juga dapat membentuk karakter manusia. Dengan memiliki niat yang tulus dalam setiap perbuatan, manusia dapat menjadi pribadi yang jujur, ikhlas, dan berbudi pekerti yang baik. Sebaliknya, jika niat dalam berbuat baik tidak tulus, maka karakter manusia akan terbentuk menjadi tidak baik dan cenderung Niat yang BaikNiat yang baik dapat dibentuk melalui beberapa cara, di antaranyaMeningkatkan kesadaran diri tentang pentingnya niat dalam berbuat baikMenghindari perbuatan yang bertentangan dengan niat yang baikBerdoa agar niat yang baik selalu terjaga dalam setiap perbuatan yang dilakukanDalam mengembangkan niat yang baik, penting juga untuk memperhatikan niat dalam setiap perbuatan yang dilakukan. Sebelum melakukan perbuatan, perlu untuk memastikan bahwa niat yang tulus dan benar-benar untuk melakukan kebaikan. Hal ini dapat dilakukan dengan introspeksi diri dan berdoa agar niat selalu untuk Memperbaiki Niat Kita Agar Menjadi Niat yang Baik dan TulusBerdoa dan Meminta Pertolongan Allah SWTSebagai seorang Muslim, berdoa dan meminta pertolongan Allah SWT adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk memperbaiki niat kita. Dengan berdoa, kita akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT dan menguatkan keyakinan kita untuk melakukan perbuatan baik. Selain itu, dengan meminta pertolongan Allah SWT, kita akan merasa lebih yakin dan percaya bahwa segala sesuatu yang kita lakukan akan diberikan balasan yang Tujuan PerbuatanSebelum melakukan suatu perbuatan, kita harus memahami tujuan dari perbuatan tersebut. Tujuan perbuatan haruslah baik dan bermanfaat bagi orang lain atau lingkungan sekitar. Dengan memahami tujuan perbuatan, kita akan lebih mudah untuk menentukan niat yang baik dan Niat yang BurukKita harus senantiasa menghindari niat yang buruk dalam melakukan suatu perbuatan. Niat yang buruk dapat merugikan orang lain dan bahkan dapat berdampak buruk bagi diri sendiri. Sebagai contoh, jika kita memberikan sedekah dengan niat untuk memperlihatkan kebaikan kita kepada orang lain, maka niat kita tidaklah baik dan tulus. Sebaliknya, jika kita memberikan sedekah dengan niat untuk membantu orang yang membutuhkan, maka niat kita menjadi baik dan untuk IkhlasIkhlas adalah suatu kondisi di mana kita melakukan perbuatan dengan sepenuh hati tanpa mengharapkan apapun sebagai balasan. Dalam Islam, ikhlas adalah salah satu syarat dalam melakukan ibadah. Dalam melakukan perbuatan baik, kita harus berusaha untuk ikhlas dalam niat dan tujuan kita. Dengan berusaha untuk ikhlas, kita akan merasa lebih puas dan tenang dalam melakukan perbuatan Niat Secara BerkalaNiat yang baik dan tulus dapat berubah seiring waktu. Oleh karena itu, kita harus senantiasa memperbaiki niat kita secara berkala agar tetap baik dan tulus. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan introspeksi diri secara rutin. Dengan melakukan introspeksi diri, kita dapat mengetahui kekurangan dan kesalahan yang ada dalam diri kita, sehingga dapat memperbaiki niat kita dengan lebih baik melakukan perbuatan baik, kita harus senantiasa memperhatikan niat kita. Niat yang baik dan tulus akan membawa hasil yang baik pula. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa niat kita benar-benar baik dan tulus sebelum melakukan suatu perbuatan. Selain itu, kita juga harus senantiasa memperbaiki niat kita secara berkala agar tetap baik dan tulus. Dengan begitu, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar. Home/Pendidikan/Niat Yang Menjadi Awal Perbuatan Baik Desember 26, 2022 Pendidikan 108 ViewsSelamat datang di Katalistiwa, blog untuk berdiskusi seputar pembahasan soal pelajaran dari Perguruan Tinggi, SLTA, SMP dan SD. Kali ini Katalistiwa akan membahas sebuah Soal yang banyak ditanyakan di Ujian Sekolah, Pertanyaannya adalah Niat Yang Menjadi Awal Perbuatan BaikNiat Yang Menjadi Awal Perbuatan BaikJawabNiat memberi adalah salah satu awal dari perbuatan baik. Misalnya seseorang yang memiliki niat untuk bersedekah akan membuat seseorang termotivasi untuk bersedekah. Maka niat itu sangat penting untuk melakukan sesuatu. Perbuatan baik yang dilakukan juga harus dibarengi dengan niat yang baik dan tulus untuk detail soal tentang niat yang menjadi perbuatan baikTindakan niat tulus untuk melakukan sesuatu menjadi landasan yang kokoh yang di atasnya perbuatan atau perbuatan diridhai Allah. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa perbuatan seseorang tergantung pada niatnya saudara jika niat melakukan sesuatu itu ikhlas karena allah maa amalan yang dilakukan akan lebih mudah diridhoi Allah dalam niat juga merupakan bentuk kejujuran dilakukan dalam suatu praktik. Karena orang yang melakukan sesuatu dengan ikhlas biasanya melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dipikirkan dalam sangat penting bagi umat Islam untuk mengubah niatnya sesaat sebelum melakukan Pembahasan yang sudah kami rangkum oleh Tim dari berbagai sumber belajar. Semoga pembahasan ini bermanfaat, jangan lupa jika mempunyai jawaban lain kalian bisa menghubungi admin. Terimakasih Sebagaimana diketahui bahwa setiap perbuatan yang dilakukan oleh seorang hamba pasti akan diperhitungkan dan pelakunya akan menerima balasan. Bila kebaikan yang dilakukan maka kebaikan pula yang akan ia terima. Bila sebaliknya maka sebaliknya pula. Balasan baik atau buruk yang diberikan Allah kepada hamba-Nya atas perbuatannya itu menunjukkan adanya keadilan dan rahmat kasih sayang Allah. Dari berbagai macam amalan yang diperbuat oleh manusia, dilihat dari sisi balasan yang akan didapatnya, perbuatan atau amalan setiap orang itu terbagi dalam tujuh kategori. Dalam hal ini Imam Nawawi dalam syarah kitab Arbaโ€™ศ‹n-nya menjelaskan ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุณุจุนุฉ ุนู…ู„ุงู† ู…ูˆุฌุจุงู† ูˆุนู…ู„ุงู† ูˆุงุญุฏ ุจูˆุงุญุฏ ูˆุนู…ู„ ุงู„ุญุณู†ุฉ ููŠู‡ ุจุนุดุฑุฉ ูˆุนู…ู„ ุงู„ุญุณู†ุฉ ููŠู‡ ุจุณุจุนู…ุงุฆุฉ ุถุนู ูˆุนู…ู„ ู„ุง ูŠุญุตู‰ ุซูˆุงุจู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ Artinya โ€œAmal itu ada tujuh macam, yakni dua amalan yang memastikan, dua amalan di mana satu dibalas dengan satu, amal kebaikan yang di dalamnya terdapat sepuluh pahala, amal kebaikan yang di dalamnya terdapat tujuh ratus kali lipat pahala, dan amalan yang tidak bisa menghitung pahalanya kecuali oleh Allah sajaโ€ Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Syarhul Arbaโ€™ศ‹n An-Nawawiyyah [Surabaya Maktabah Al-Hikmah, tt.], hal. 83. Dari ketujuh kategori amalan di atas, lalu amalan-amalan apa saja yang masuk pada masing-masing kategori itu? Berikut penjelasannya Pertama dan kedua, dua macam amalan yang memastikan adalah iman dan kufur. Orang yang beriman kepada Allah dan meninggal dunia dalam keadaan masih beriman serta tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, maka imannya itu memastikan ia masuk ke dalam surga. Imam Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits ูŠูุฎู’ุฑูŽุฌู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ู…ูุซู’ู‚ูŽุงู„ู ุฐูŽุฑู‘ูŽุฉู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฅููŠู…ูŽุงู†ู Artinya โ€œAkan dikeluarkan dari api neraka orang yang di hatinya terdapat sebiji dzarah keimananโ€ Muhammad bin Isa At-Tirmidzi, Jรขmiโ€™ut Tirmidzi [Riyadh Baitul Afkar Ad-Dauliyah, tt.], hal. 421. Ini dapat dipahami bahwa orang yang meninggal dunia dalam keadaan membawa keimanan kepada Allah sekecil, setipis, atau seringan apa pun kadar imannya itu, maka ia akan tetap dikeluarkan dari siksaan api neraka, meskipunโ€”karena sangat tipis keimanannya dan sangat banyak dosanyaโ€”ia menjadi orang yang paling terakhir keluar dari nereka. Dan ketika seseorang dikeluarkan dari neraka maka tidak ada tempat baginya kecuali surga. Sedangkan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah, hingga akhir hayatnya ia masih tetap dalam kekafirannya, maka kekafirannya itu memastikan ia masuk ke dalam api neraka. Di dalam Surat Al-Baqarah ayat 161-162 Allah berfirman ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ูˆูŽู…ูŽุงุชููˆุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูƒููู‘ูŽุงุฑูŒ ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู„ูŽุนู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฃูŽุฌู’ู…ูŽุนููŠู†ูŽ, ุฎูŽุงู„ูุฏููŠู†ูŽ ูููŠู‡ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูุฎูŽูู‘ูŽูู ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู ุงู„ู’ุนูŽุฐูŽุงุจู ูˆูŽู„ูŽุง ู‡ูู…ู’ ูŠูู†ู’ุธูŽุฑููˆู†ูŽ Artinya โ€œSesungguhnya orang-orang kafir dan mati dalam keadaan kafir mereka itu dilaknat oleh Allah, para malaikat, dan semua manusia. Mereka kekal di dalamnya. Tidak diringankan siksaan dari mereka dan mereka tidak pula diberi penangguhan.โ€ Imam Baidlawi di dalam kitab tafsirnya menuturkan makna mereka kekal di dalamnyaโ€™ adalah kekal di dalam laknat atau kekal di dalam neraka Abdullah bin Umar Al-Baidlawi, Anwศƒrut Tanzศ‹l wa Asrศƒrut Taโ€™wศ‹l [Beirut Darul Rasyid 2000], jil. I, hal 154. Ketiga dan keempat, dua amalan yang satu dibalas dengan satu atau dibalas secara sepadan adalah perbuatan jelek dan keinginan untuk berbuat baik. Orang yang telah melakukan suatu kejelekan maka ia akan mendapatkan balasannya secara sepadan. Bila ia lakukan satu kali, maka ia dapatkan balasan satu kali. Bila ia lakukan dua kali, maka ia dapatkan balasannya dua kali. Begitu seterusnya. Allah berfirman dalam Surat Al-Anโ€™am ayat 160 ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุจูุงู„ุณู‘ูŽูŠู‘ูุฆูŽุฉู ููŽู„ูŽุง ูŠูุฌู’ุฒูŽู‰ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูุซู’ู„ูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠูุธู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ Artinya โ€œDan barang siapa yang datang dengan membawa kejelekan maka ia tidak dibalas kecuali yang semisalnya dan mereka tidak akan diperlakukan secara zalim.โ€ Sementara itu, orang yang memiliki keinginan untuk melakukan suatu kebaikan, kemudian ia tak melakukan kebaikan itu karena adanya alasan tertentu, maka ia mendapatkan balasan satu kebaikan. Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari Rasulullah ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูƒูŽุชูŽุจูŽ ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุจูŽูŠู‘ูŽู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ู‡ูŽู…ู‘ูŽ ุจูุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ู’ู‡ูŽุงุŒ ูƒูŽุชูŽุจูŽู‡ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽู‡ู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูƒูŽุงู…ูู„ูŽุฉู‹ .... Artinya โ€œSesungguhnya Allah telah menetapkan berbagai perkara yang baik dan berbagai perkara yang jelek, kemudian menjelaskan hal tersebut. Maka barang siapa yang berkeinginan melakukan satu kebaikan kemudian ia tidak melakukannya, maka Allah mencatat kebaikan itu di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna...โ€ Muslim bin Al-Hajjaj An-Naisaburi, Shahศ‹h Muslim [Indonesia Maktabah Dahlan, tt.], jil. I, hal. 118. Kelima, amalan yang pelakunya dibalas sepuluh kali lipat adalah amalan kebaikan secara umum. Siapa pun yang melakukan sebuah kebaikan maka ia mendapatkan pahala kebaikan itu sepuluh kali lipat. Firman Allah dalam Surat Al-Anโ€™am ayat 160 ู…ูŽู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ููŽู„ูŽู‡ู ุนูŽุดู’ุฑู ุฃูŽู…ู’ุซูŽุงู„ูู‡ูŽุง Artinya โ€œBarang siapa yang datang dengan membawa satu kebaikan maka baginya sepuluh kali lipat kebaikan tersebut.โ€ Bahkan dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa ketika seseorang membaca Al-Qurโ€™an maka pahalanya bukan sepuluh kali lipat dari sekali baca, namun sepuluh kali lipat dari setiap huruf yang dibacanya. Keenam, amalan yang pelakunya mendapatkan balasan pahala tujuh ratus kali lipat adalah menginfakkan harta di jalan Allah. Berapa pun harta yang diinfakkan oleh seorang hamba, maka ia akan mendapatkan balasannya tujuh ratus kali lipat dari apa yang ia infakkan. Firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 261 ู…ูŽุซูŽู„ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูู†ู’ููู‚ููˆู†ูŽ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‡ู ูƒูŽู…ูŽุซูŽู„ู ุญูŽุจู‘ูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ุจูŽุชูŽุชู’ ุณูŽุจู’ุนูŽ ุณูŽู†ูŽุงุจูู„ูŽ ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุณูู†ู’ุจูู„ูŽุฉู ู…ูุงุฆูŽุฉู ุญูŽุจู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูŠูุถูŽุงุนููู ู„ูู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุณูุนูŒ ุนูŽู„ููŠู…ูŒ Artinya โ€œPerumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti satu biji yang menumbuhkan tujuh bulir, di mana dalam masing-masing bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Dzat yang Maha Luas lagi Maha Mengetahui.โ€ Pahala tujuh ratus kali lipat bagi orang yang berinfak itu adalah pahala minimal. Bila Allah berkenan maka Allah akan melipatgandakan pahala tersebut lebih banyak lagi bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Syekh Nawawi Banten dalam al-Munศ‹r li Maโ€™ศƒlimit Tanzศ‹l menyebutkan bahwa pelipatgandaan pahala infak hingga lebih dari tujuh ratus kali lipat ini tergantung pada kadar keikhlasan dan kesusahan orang yang berinfak. Memahami apa yang disampaikan Syekh Nawawi di atas, bisa jadi dua orang yang berinfak dengan nominal yang sama akan mendapatkan pahala yang berbeda, karenaโ€”misalnyaโ€”kadar kesusahan kedua orang tersebut berbeda dalam mendapatkan harta. Sebagai contoh, seorang tukang becak dan seorang direktur perusahaan sama-sama berinfak seratus ribu rupiah. Bisa jadi si tukang becak mendapatkan pahala jauh lebih banyak dari sang direktur. Ini mengingat bagi seorang tukang becak mendapatkan uang seratus ribu perlu membutuhkan kerja keras dan waktu yang lama. Berbeda dengan direktur yang bisa dengan mudahnya mendapatkan uang banyak dalam waktu singkat dan tanpa harus menguras begitu banyak tenaga. Ketujuh, amalan yang pahalanya hanya diketahui oleh Allah saja adalah ibadah puasa. Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits qudsi di mana Allah berfirman ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ูŽ ู„ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฌู’ุฒููŠ ุจูู‡ู Artinya โ€œSesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.โ€ Karena puasa adalah ibadah yang tidak terlihat oleh orang lain dan hanya Allah yang tahu bagaimana kadar dan kualitas puasa seseorang, maka Allah bertindak sendiri untuk memberikan pahalanya. Dan ketika Allah bertindak sendiri dalam memberikan pahala bagi orang yang berpuasa, ini menunjukkan betapa besar keutamaan ibadah puasa. Dari uraian di atas, satu hal yang dapat kita pahami adalah betapa besar dan luas rahmat Allah bagi para hamba-Nya. Ketika seorang hamba melakukan sebuah kejelekan maka Allah tidak memberikan balasan kecuali balasan yang sepadan saja. Tak ada pelipatgandaan dalam hal dosa. Namun sebaliknya, ketika seseorang melakukan suatu kebaikan maka yang diberikan Allah adalah pelipatgandaan pahala yang hingga beratus kali dan bahkan hingga lipatan yang dikehendaki Allah Taโ€™ala. Wallahu aโ€™lam. Yazid Muttaqin, santri alumni Pondok Pesantren Al-Muayyad Surakarta, kini aktif dalam kepengurusan PCNU Kota Tegal. [ad_1] Jakarta, NU Online Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama ISNU H Ali Masykur Musa menegaskan perbuatan baik amar maโ€™ruf harus dilakukan dengan cara yang baik bil maโ€™ruf. Sikap ini penting agar tidak memunculkan masalah-masalah baru di masyarakat. Selain itu, jika sikap ini diselaraskan, maka seorang yang berbuat baik dengan cara yang baik dapat menjadi teladan oleh masyarakat. Pernyataan Ketua Umum ISNU ini merupakan respons atas terjadinya gerakan-gerakan di masyarakat yang mengaku menegakkan kebenaran tetapi cenderung membuat keributan di masyarakat. Menurut mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII ini, kelompok yang kerap melakukan perbuatan terpuji dengan cara yang tidak baik tidak dapat membedakan mana hak asasi manusia dan mana kewajiban warga negara. โ€œJadi amal maโ€™ruf ya bil maโ€™ruf, nahi munkar juga bil maโ€™ruf,โ€ ucap Ketua Umum ISNU H Ali Masykur Musa saat menjadi pengisi acara pada kegiatan Multaqo Ulama Jakarta, Kamis 26/11 sore. Ia menjelaskan, hak asasi manusia dalam konteks bernegara harus satu nafas dengan kewajiban asasi manusia dalam beragama. Dengan demikian, ucapnya, maqashidu syariah yakni hifzhud din, hifzhun nafs, hifzhul aql, hifzhun nasl, dan hifzhul mal ketika diterapkan dalam bernegara menjadi sesuatu yang tepat untuk diikuti oleh masyarakat. H Ali menyebutkan, Undang-undang Dasar UUD 1945 sesungguhnya telah sesuai dengan maqashidu syariah tepatnya pada pasal 28 a sampai dengan 28 i terkait kebebasan berekspresi, kebebasan beragama, kebebasan untuk hidup, dan kebebasan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. โ€œKebebasan untuk kita menjaga jiwa, ruh, nyawa, jangan membahayakan untuk orang lain,โ€ ujarnya. Namun, kata dia, pemaknaan UUD 45 terkait kebebasan berekspresi dan kebebasan beragama oleh sebagian kelompok disalah artikan. Mereka hanya memandang dalam satu sisi, hanya menguatkan pada pasal 28 bagian a-i saja. Sedangkan pasal 28 bagian c terkait pembatasan kebebasan untuk kebebasan orang lain tidak dijadikan sebagai dasar untuk hidup berbangsa dan beragama. โ€œIni lah yang menjadi balancing penyeimbang antara hak dan kewajiban dalam konteks bernegara,โ€ tuturnya. Para ulama Jakarta melalui forum Multaqa Ulama Jakarta ini juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan demi meminimalisasi penyebaran virus Corona di tengah masyarakat. Untuk diketahui, forum multaqa ulama Jakarta yang diadakan PWNU DKI dilaksanakan di Yayasan Arrahmah Center, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, sejak Kamis 26/11 pagi. Sehubungan dengan kegiatan keagamaan yang melibatkan massa, para ulama mengimbau masyarakat untuk sedapat tidak mengadakannya secara berkerumun. Para ulama Jakarta mendukung kebebasan berpendapat dan berekspresi. Namun, kebebasan tersebut harus diimbangi dengan kesadaran akan ketertiban dan keamanan bagi masyarakat yang lebih luas. Karena, ada kaidah yang menegaskan kebebasan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain. โ€œUlama mendorong masyarakat untuk menjaga ketertiban umum di Jakarta untuk memutus mata rantai Covid-19,โ€ kata Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Maโ€™arif. Oleh sebab itu, berbagai ekspresi keagamaan diwajibkan untuk selalu mempertimbangkan ketertiban, keamanan dan kenyamanan masyarakat luas. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian Ulama Jakarta terhadap kondisi sosial-masyarakat yang sedang dihantam badai Pandemi Covid-19. Berangkat dari pesan keagamaan sebagai rahmat bagi seluruh alam, forum ini menegaskan bahwa ulama Jakarta selalu memikirkan kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi warga Jakarta. Tampak hadir pengurus harian PWNU DKI Jakarta, Katib Syuriyah PBNU KH Zulfa Musthofa, Habib Jindan bin Novel bin Salim Jindan, Perwakilan Polda DKI Jakarta dan utusan Pangdam DKI Jakarta. Pewarta Abdul Rahman Ahdori Editor Muhammad Faizin [ad_2] Source link

bagaimana awal perbuatan yang baik